Cerpen Aku Ingin Menjadi Suaramu By Nia Wahyu Pratiwi

Posted by Eko Setyo W on 08:32 AM, 01-Mar-13  •  Comments (14)

Cerpen Aku Ingin Menjadi Suaramu By Nia Wahyu Pratiwi

Aku dan Rama telah menjalin hubungan sejak dua tahun yang lalu. Rama orang yang sangat sabar dan pendiam. Dia selalu menuruti semua keinginanku, dia juga selalu mengalah demi aku. Tapi Rama bukan orang yang romantis. dia juga tidak pandai memuji bahkan bermain kata- kata. Sedangkan aku adalah orang yang sangat manja dan perfeksionis. Aku pemarah dan selalu ingin menang sendiri. Aku selalu marah jika Rama melakukan kesalahan. Aku akan marah jika dia terlalu lama membalas sms atau mengangkat telponku karena alasan sibuk di kantor. Aku akan marah dan diemin dia berhari-hari saat dia tidak mau menemaniku jalan- jalan karena alasan pekerjaan yang menumpuk. Aku aku akan sangat marah saat dia terlalu sibuk dan lebih mentingin pekerjaan nya daripada aku. Dan jika aku marah, dia akan datang kerumahku dengan membawa sekotak kue coklat kesukaanku dan meminta maaf. Aku pun akan luluh dan bisa mudah memaafkannya. Seperti itulah aku dan Rama. Tapi aku suka dengan keadaan ini. Meskipun dia gabisa romantis tapi caranya memperlakukanku seperti seorang putri. Suatu hari Rama dipindah tugaskan di luar kota. Awalnya aku tidak menyetujuinya. Aku marah, dan sperti biasa aku tidak menghubunginya selama berhari-hari. Rama orang yg paling mengerti keadaan disaat aku seperti ini. Dia memberi ku waktu supaya aku bisa menenangkan diri. Beberapa hari kemudian dia mengirimkan pesan , “sayang, aku memang bukan orang romantis. aku bukan orang yaang pandai memujimu. Itu karena aku tak bisa melukiskan keindahanmu. yang aku tahu bahwa aku mencitaimu. Jika kamu mengijinkannya, aku akan menjagamu seumur hidupku. Aku akan berangkat lusa, tapi sebelum aku berangkat aku ingin bertanya, maukah kamu menikah denganku sepulangnya aku kesini?” Aku terdiam, tak lama kemudian ada yg mengetuk pintu. Ternyata Rama yang datang. Aku langsung memeluknya dan mengiyakan ajakannya. Rama menyelipkan cincin dijari manisku. Suatu hari… Satu bulan setelah kepergian Rama, aku mulai terperangkap dengan pergaulan bebas. Sepulang kerja aku selalu pergi ke klub malam bersama teman- temanku. Pulang hingga larut malam, terkadang menjelang subuh baru sampe rumah. Aku mulai terbiasa dengan kehidupan malam, tentu saja tanpa sepengetahuan Rama. Setiap kali Rama menelpon aku setelah pulang kerja aku selalu berpura-pura tidur. Keesokan paginya aku baru meminta maaf dan mengatakan aku tertidur semalam. Suatu hari seperti biasa aku sepulang kerja pergi ke klub malam itu. Kali ini badanku agak kurang enak, aku pulangm jam 11 malam. Di perjalanan pulang, aku merasa sangat pusing, mungkin karena efek minuman keras yang aku minum tadi juga karena aku kurang tidur pikirku. Kendaraanku melaju kencang, pandanganku sedikit kabur. Tanpa aku sadari motor yang aku kendarai oleng dan menabrak sebuah mobil yg melaju berlawanan denganku saat itu. Aku terjatuh dan tak sadarkan diri. Saat aku membuka mata, aku melihat di sekelilingku penuh dengan orang terdekatku. Orang tuaku dan kedua adikku. Ibukku menangis di sebelahku. Adikku juga terlihat sangat sedih. Ingin sekali aku menghibur ibukku dan mengatakan kalau aku baik-baik saja. Tiba-tiba saat aku ingin mengatakan sesuatu ad yg terasa mengganjal ditenggorokanku, dan yg keluar hanyalah rintihan kecil yang hampir tak terderngar dari jarak 1meter. Kecelakaan itu merusak pita suaraku. Entah apa yg menyebabkan itu, dan aku tak bisa bicara untuk selamanya. Aku teringat Rama. Seketika itu hp ku berbunyi, panggilan dari Rama. Aku merasa sangaat malu dengan Rama, aku telah banyak membohonginya. Aku tak berani mengatakan yang sesungguhnya setelah kepergiannya. Aku merasa tidak pantas untuknya, terlebih dengan keadaanku yg tidak bisa bicara. Aku meminta semua keluargaku dan teman- temanku untuk merahasiakan ap yg terjadi padaku ini dari Rama. Aku takbisa menahan air mataku. Aku pun ikut menangis. Kembalinya Rama… Tiga bulan setelah kecelakaan itu, kondisi ku mulai membaik. Akupun telah belajar bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tiba-tiba ada seorang temanku mendatangiku dan mengatakan bahwa Rama telah pulang ke kota ini. Dia bilang ingin sekali bertemu denganku. Tapi aku menolak. Aku takmau bertemu dengannya. Aku menyuruh temanku untuk mengatakan kalau rama tak usah lagi mencariku . karena aku tak mau bertemu dengannya. Temanku pulang, dan Rama tak pernah lagi muncul dihadapanku. aku tak pernah lagi mendengar kabarnya. Setahun kemudian, aku mendengar kabar bahwa Rama akan menikah. Aku kecewa, aku marah. Karena jujur saja aku masih sangat mencintainya. Dan benar saja seorang teman mengantarkan undangan pernikahan untukku, saat aku membukanya nama yg ada dalam undangan itu adalah namaku dan Rama. Aku kaget, aku menanyakan mengapa ini bisa terjadi. Tiba-tiba rama sudah ada dihadapanku dan berkata dengan bahasa isyarat “aku menghabiskan setahun ini untuk belajar bahasa isyarat seperti mu. Aku sudah memaafkan kesalahanmu yang dulu. sekarang katakan saja kamu akan menepati janjimu yang dulu. dan ijinkan aku untuk menjadi suaramu. Aku masih mencintaimu” Aku terdiam, aku menangis. Aku sadar aku tak pantas untukknya. Tapi dia selalu ada saat aku membutuhkannya. Ya, aku mau menepati janjiku. Aku mau menikah denganmu.

Surat Cinta By Nia Wahyu Pratiwi

Posted by Eko Setyo W on 01:08 PM, 03-Jan-13  •  Comments (8)

Surat Cinta By Nia Wahyu Pratiwi, Selamat pagi suyuuuuunk :-* Apa kabar? Baik donk pasti, punya pacar baruuu ;p Ups,, bercanda lho… hehe Tak terasa yah yunk, udah lebih dr setahun yg lalu kita udah kenal, dan tepat 9 bulan yg lalu kita deket. Banyak banget cerita tentang kita. Semua berawal dr kopmin di tugu muda yg aku pertama kalinya kesitu, waktu tu tgl 8 April... [Read More]

Surat dari Anak yang di ABORSI

Posted by Eko Setyo W on 05:39 AM, 06-Dec-12  •  Comments (3)

BACA DAN RENUNGKAN Assalamu'alaikum warahmatullahiwa...barrakatuh..... Teruntuk Bundaku tersayang..... Dear Bunda... Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja... nanda juga di sini baik-baik saja bunda... Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda.... Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya... [Read More]